Wuzzzzztttsss… cahaya
itu melesat cepat. Cahaya apa???
Seperti permata yang dilempar, dihempaskan di atas hamparan
bumi yang luas. Di manakah cahaya itu tepat mendarat? Semua orang mencari…
Inilah ciri-cirinya,
Dari tatapan mata yang tajam, bola mata yang membulat
sempurna, pantulan cahaya cinta yang
memancar darinya, di sana pula terkadang gumpalan air mata yang membeku mampu
meleleh. Ada ketulusan, ada kesucian, ada kelembutan yang terlukis dalam
beningnya permukaan bola mata itu.
Tatapan mata penuh misteri yang tak bisa di tatap sembarang
insan, tak bisa diterjemahkan oleh sembarang orang, tak bisa disalahgunakan
oleh sembarang manusia.
Senyum yang penuh makna. Mampu menenteramkan. Memadamkan api
amarah, melenyapkan panas gerah, menyembuhkan luka dalam jiwa. Tulang-tulang
dan persendian pun tak mampu menopangnya. Semua akan lemah karena senyum itu.
Saat itulah tasbih mulai melantun. Maha Suci Alloh Pencipta senyum indah itu.
Wajahnya yang memancarkan cahaya terang mampu menyinari kegelapan.
KeCANTIKannya sempurna, layak disebut bidadari. Tapi tidak sampai di situ
saja….
Ehm! Nah sekarang nih tulisannya baru akan dimulai, di atas
cuma pembukaan saja, Yuppy! Next….
Kata “CANTIK” itu relatif. Dari satu mulut dengan mulut yang
lain pasti akan menyalurkan ungkapan yang berbeda.
Wuih… siapa sih yang nggak mau cantik, siapa pula yang nggak
tertarik sama cewek cantik?
Muslimah cantik. Cantik dari dalam, luar, depan, belakang,
atas, bawah, samping, serta dari segala sisi dan arah. Wauw! Langka tuh orang
yang kaya gitu… Atau jangan-jangan, kaukah muslimah cantik itu???? atau
mungkin…. orang-orang terdekatmu??? Saudara? Teman? Semoga saja ada di antara
itu, aamiin Ya Rabb.
Semua mata di dunia ini akan melihat…
Ada kibaran kain lambang kemerdekaan dan lambang ketaatan
kepada Sang Khaliq. Itu bukan selembar kain yang biasa kita sebut bendera, yang
setiap upacara bendera kita memberi hormat kepadanya. Ah, susahlah untuk
dijabarkan. Yang pasti ada berjuta hikmah yang tersimpan di balik hijab itu. Ya,
hanya selembar kain memang, tapi… ia mampu membungkus ber ton-ton (satuan
masa)harta yang tak ternilai harganya karena begitu mahalnya, bahkan tak cukup
jika hanya dikatakan “mahal”.
Beralih sasaran… Di samping agungnya makna “hijab” itu,
semua “telinga” di dunia ini akan mendengar…
Kata-kata lembut yang terucap darinya, ibarat hembusan angin
kecil di tengah-tengah persawahan. Sejuk, dan mampu mengusir kegersangan…
menghapus butiran-butiran keringat yang terdesak keluar oleh suhu dalam tubuh.
Bukan lagi setajam pedang, seganas singa yang menerkam,
selancip panah tombak. Melainkan selembut kain sutera kata-kata itu meraba,
seperti air sungai di pegunungan kata-kata itu mengalir. Andai di pegunungan
mengalir air susu, mungkin semanis dan sesuci itulah kata-katanya. Bukan
lembek, tapi tegas dan penuh santun. Selalu ada hikmah dari setiap kecapan
lisannya.
Bibir itu selalu basah karena Zikir yang selalu
diikrarkannya. Tak pernah ia kotori untuk berdusta dan berbuat dosa. Selalu
menjadi amal ibadah tatkala bibir itu menciptakan selengkung senyuman. Tangan
dan kaki hingga seluruh jemarinya selalu bergerak di bawah naungan Cinta-nya.
Jantungnya yang berdenyut, darahnya yang mengalir, paru-parunya yang mengembang
dan mengempis, semua menyimpan kecantikan. Kecantikan yang tercipta sempurna,
hingga para bidadari pun merasa cemburu dan sungguh sebutan “bidadari” itu
lebih pantas bagi para muslimah sejati.
Hatinya ibarat kaca tipis, mudah retak memang. Karenanya, ia
butuh kelembutan. Malu adalah ahlaqnya (beda dengan minder), jadi… sentuhlah
hatinya dengan pelan.
Hehe… siapkah kau mengajak saudara-saudaramu untuk berusaha
menjadi “BIDADARI” itu? sebelumnya, (bagi yg akhwat) yuk kita benahi diri kita
masing2 terlebih dahulu ^_^ Semangat!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar