Laman

Di sini tempatnya...

Pelangi cinta Sang Rabb, pelangi cinta kehidupan, pelangi cinta persahabatan, pelangi cinta untuk hamba Allah... mari kita kuak bersama di sini.

Minggu, 16 September 2012

BIDADARI DI BUMI


Wuzzzzztttsss…  cahaya itu melesat cepat. Cahaya apa???
Seperti permata yang dilempar, dihempaskan di atas hamparan bumi yang luas. Di manakah cahaya itu tepat mendarat? Semua orang mencari…
Inilah ciri-cirinya,

Dari tatapan mata yang tajam, bola mata yang membulat sempurna, pantulan  cahaya cinta yang memancar darinya, di sana pula terkadang gumpalan air mata yang membeku mampu meleleh. Ada ketulusan, ada kesucian, ada kelembutan yang terlukis dalam beningnya permukaan bola mata itu.
Tatapan mata penuh misteri yang tak bisa di tatap sembarang insan, tak bisa diterjemahkan oleh sembarang orang, tak bisa disalahgunakan oleh sembarang manusia.
Senyum yang penuh makna. Mampu menenteramkan. Memadamkan api amarah, melenyapkan panas gerah, menyembuhkan luka dalam jiwa. Tulang-tulang dan persendian pun tak mampu menopangnya. Semua akan lemah karena senyum itu. Saat itulah tasbih mulai melantun. Maha Suci Alloh Pencipta senyum indah itu.
Wajahnya yang memancarkan cahaya terang mampu menyinari kegelapan. KeCANTIKannya sempurna, layak disebut bidadari. Tapi tidak sampai di situ saja….
Ehm! Nah sekarang nih tulisannya baru akan dimulai, di atas cuma pembukaan saja, Yuppy! Next….
Kata “CANTIK” itu relatif. Dari satu mulut dengan mulut yang lain pasti akan menyalurkan ungkapan yang berbeda. 

Wuih… siapa sih yang nggak mau cantik, siapa pula yang nggak tertarik sama cewek cantik?
Muslimah cantik. Cantik dari dalam, luar, depan, belakang, atas, bawah, samping, serta dari segala sisi dan arah. Wauw! Langka tuh orang yang kaya gitu… Atau jangan-jangan, kaukah muslimah cantik itu???? atau mungkin…. orang-orang terdekatmu??? Saudara? Teman? Semoga saja ada di antara itu, aamiin Ya Rabb.
Semua mata di dunia ini akan melihat…
Ada kibaran kain lambang kemerdekaan dan lambang ketaatan kepada Sang Khaliq. Itu bukan selembar kain yang biasa kita sebut bendera, yang setiap upacara bendera kita memberi hormat kepadanya. Ah, susahlah untuk dijabarkan. Yang pasti ada berjuta hikmah yang tersimpan di balik hijab itu. Ya, hanya selembar kain memang, tapi… ia mampu membungkus ber ton-ton (satuan masa)harta yang tak ternilai harganya karena begitu mahalnya, bahkan tak cukup jika hanya dikatakan “mahal”.
Beralih sasaran… Di samping agungnya makna “hijab” itu, semua “telinga” di dunia ini akan mendengar…
Kata-kata lembut yang terucap darinya, ibarat hembusan angin kecil di tengah-tengah persawahan. Sejuk, dan mampu mengusir kegersangan… menghapus butiran-butiran keringat yang terdesak keluar oleh suhu dalam tubuh.
Bukan lagi setajam pedang, seganas singa yang menerkam, selancip panah tombak. Melainkan selembut kain sutera kata-kata itu meraba, seperti air sungai di pegunungan kata-kata itu mengalir. Andai di pegunungan mengalir air susu, mungkin semanis dan sesuci itulah kata-katanya. Bukan lembek, tapi tegas dan penuh santun. Selalu ada hikmah dari setiap kecapan lisannya.
Bibir itu selalu basah karena Zikir yang selalu diikrarkannya. Tak pernah ia kotori untuk berdusta dan berbuat dosa. Selalu menjadi amal ibadah tatkala bibir itu menciptakan selengkung senyuman. Tangan dan kaki hingga seluruh jemarinya selalu bergerak di bawah naungan Cinta-nya. Jantungnya yang berdenyut, darahnya yang mengalir, paru-parunya yang mengembang dan mengempis, semua menyimpan kecantikan. Kecantikan yang tercipta sempurna, hingga para bidadari pun merasa cemburu dan sungguh sebutan “bidadari” itu lebih pantas bagi para muslimah sejati.

Hatinya ibarat kaca tipis, mudah retak memang. Karenanya, ia butuh kelembutan. Malu adalah ahlaqnya (beda dengan minder), jadi… sentuhlah hatinya dengan pelan.

Hehe… siapkah kau mengajak saudara-saudaramu untuk berusaha menjadi “BIDADARI” itu? sebelumnya, (bagi yg akhwat) yuk kita benahi diri kita masing2 terlebih dahulu ^_^ Semangat!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar