Laman

Di sini tempatnya...

Pelangi cinta Sang Rabb, pelangi cinta kehidupan, pelangi cinta persahabatan, pelangi cinta untuk hamba Allah... mari kita kuak bersama di sini.

Jumat, 16 Desember 2011

“Life is not in fun”

Kaifahalukh shobat-shobatku  yang budiman… dan tentunya juga semoga selalu dan senantiasa dalam naungan Cinta dan Kasih-Nya, aamiin.
Alhamdulillah, bisa jumpa lagi dengan wajah-wajah kalian yang selalu setia menjadi pembaca tulisan-tulisanku yang kadang bikin… bikin gimana,, gitu… bahkan mungkin udah menyita waktumu cuma buat melototi rangkaian huruf dan tanda baca yang bikin munyeng ini, tapi… satu tujuan yang selama ini terpancang… semoga tulisan dengan isi dan bahasa sederhana ini dapat memberi sedikit percikan di hati untuk merasakan sebuah nikmat indahnya hidup ketika Alloh senantiasa singgah di hati. Terus juga, semoga kalimat-kalimat yang tertulis bisa sedikit memberi rasukan semangat yang menggelora dan senyuman bahagia buat teman-teman semua yang sudah baca dan meresapinya.
Diperjumpaan kita kali ini, yuk sedikit kita tengok pada diri kita masing-masing, sebenarnya… untuk apa sih hidup itu? Mengapa Alloh menciptakan kehidupan, dan mengapa Alloh menjadikan kita hidup? Ada yang bilang, life is for show wild oats, atau for enjoyed one self. Ada juga yang bilang, life is to look for supplies as savings in beyond realm. Ah, apa pun itu katanya, yang penting, HIDUP BUKAN BUAT MAIN-MAIN ( apa pun makanannya, minumnya…???  hehe).
Sebelum melanjutkan perjalanan, mending kita istirahat sebentar yux di bawah pohon yang rindang, sambil kita nikmati hidangan firman Alloh ini, “Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara  main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami.” (Q.S Al-Mu’minun: 115).
Wah… liat tuh… ternyata Alloh menciptakan kita tidaklah cuma main-main belaka... Jadi, tentunya kita juga nggak boleh tuh menjadikan hidup itu sendiri sebagai permainan. Emang siapa kita, beraninya mempermainkan kehidupan. Padahal… hidup ini kan sudah ada yang memiliki, dan hanya Dia yang bisa mengatur dan mengotak atik semuanya. Tapi, di luar sana, masih banyak sekali orang yang menganggap hidup ini hanya iseng dan main-main doang (semoga aja kita bukan salah satu di antara mereka). Aktivitasnya ya hanya berkisar antara tidur, makan, cari uang (kalo yang remaja mah nyari uangnya gampang, tinggal menengadahkan tangan, lembaran-lembaran kertas -atau mungkin kadang uang receh, ckckkkk- akan segera meluncur dan mendarat di telapak tangan, iya kan????? Meskipun kadang kita memang harus mendapat omelan-omelan terlebih dahulu, hehe… pengalaman), dan selebihnya adalah buat cari hiburan. Seakan-akan untuk seperti itulah mereka diciptakan. Padahal… tidaklah demikian, ya kan?.
Sampeyan muslim??? Kalo iya, kita musty tahu dong apa tujuan Alloh menciptakan kita… soalnya, orang yang tidak mengetahui tujuan ia diciptakan, pasti juga tak memiliki pathokan yang jelas dalam meniti hidup, hingga akhirnya ia akan terperosok dan terjerumus di belantara kesesatan, terbelenggu dalam tali-tali yang terpancang dan menghalangi langkah kaki kita.
Percaya tidak percaya, tapi wajib untuk percaya dink J, Alloh itu benar-benar punya misi hidup yang bukan main, sungguh bukan main dan bukan untuk main-main. Dia menciptakan manusia untuk tugas yang sangat agung, ya, betul sekali, tujuannya adalah agar mereka beribadah kepada-Nya. Untuk misi itu, masing-masing diberi tenggat waktu yang sangat terbatas di dunia. Jadi nggak bakalan lama kita bisa memijakkan kaki di bumi ini. Kelak, manusia bakalan mempertanggungjawabkan segala perilakunya di dunia, adakah mereka gunakan kesempatan sesuai dengan misi yang diemban? Atau malah sebaliknya, lembar catatan amal mereka dipenuhi dengan aktivitas yang sama sekali tidak berhubungan dengan apa yang diperintahkan. Ibaratnya, kita mendapat tugas dari guru untuk membuat ini itu, namun ketika tugas itu dikumpulkan, guru tersebut justru menegur kita karena tugas yang telah kita kerjakan tidak sesuai dengan yang diperintahkan. Bisa dibayangkan kan, pasti guru tersebut akan sangat marah. Hmmm jangan sampai deh kita kaya gitu.
Atau mungkin contoh lain, seorang actor pemain film yang berperan tidak sesuai dengan skenario yang telah dibuat, so pasti hasil filmnya nanti juga bakalan mobrak-mabrik kagak jelas.
Selanjutnya, jika tiba saatnya nanti, di hari ketika kita dinilai atas kinerja kita di dunia, tak ada satu episode pun dari kehidupan manusia yang tersembunyi dari Allah. Bahkan, semua tercatat dengan detail dan rinci, hingga manusia pun terperanjat dan keheranan, dan mereka berkata,
“…Aduhai celaka kami, kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya; dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis)…” (Q.S Al-Kahfi: 49).
Wah… jadi merinding dan nggak bisa bayangin betapa malunya kita nanti ketika tiba hari itu… Jadi, sebelum peluang terlewatkan, hendaknya segera kita bangun motivasi, untuk menjadikan hidup lebih berarti dan bermakna. Kesempatan buat memperbaiki diri memang selalu ada. Peluang untuk meluruskan langkah kaki juga selalu tersedia. Tapi, para mahluk-mahluk pengingkar Alloh memang selalu menyihir diri kita sehingga selalu memandang indah kesesatan dan kemaksiatan di dunia ini. Padahal, kita juga nggak tahu seberapa lama kita akan berada di bumi ini, jadi lebih baik dan jan kudu, secepatnya kita meluruskan jalan yang telah berbengkok, membasuh kaca yang penuh debu, dan membersihkan hati yang penuh dengan firus-firus, serta membuka jendela pikiran agar cahaya masuk dan menerangi di sana. Are you ready????????
Tentunya kita nggak pengen kan nanti akan menangis malu dan kecewa melihat betapa brandalnya ulah kita. Huh… memang hidup bukan untuk main-main. Ayo! Bersiaplah! Dan segeralah beraksi!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar