Laman

Di sini tempatnya...

Pelangi cinta Sang Rabb, pelangi cinta kehidupan, pelangi cinta persahabatan, pelangi cinta untuk hamba Allah... mari kita kuak bersama di sini.

Minggu, 16 September 2012

PANGERAN DI BUMI


Ciuwwww… JENK JENK JENK…

Bukan suara tembakan Pak Polisi. Bukan pula bom yang dilempar ke bumi. Meteor yang jatuh? Tidak juga. Hm, lalu apakah itu?
Itu… super hero yang baru saja turun ke bumi. Tapi, bukan Super Man, Spider Man, Bat Man, Power rangers, Ultra Man atau pun Panji Millenium, hehe…
Si super hero ini bahkan mempunyai kekuatan lebih dibanding para super hero seperti yang telah disebutin di atas.
Hei! Tapi tunggu dulu… dia bukan sekedar pahlawan super, tapi ia adalah “PANGERAN” yang tengah dicari oleh para bidadari di bumi.
Susahkah mencarinya? Jawabannya susah-susah gampang, gampang-gampang susah. Ehm! Jawabannya hanya satu, “Bidadari yang baik untuk pangeran yang baik.” Ingin menemukan pangeran itu? jadikan dirimu menjadi bidadari terlebih dahulu ^_^
Baiklah, kembali ke garis…
Perhatian, bagi yang telah menemukan sosok pangeran itu, kemaslah ia dalam hati, minta perlindungan Alloh untuk segala yang bakalan terjadi. Mari kita lirik secuplik gerak gerik sang pangeran itu…

Lihatlah dengan mata indah ini…
Siapa ikhwan yang kau sebut pangeran di dalam hatimu?
Tampan? Tinggi? Gagah? Putih? Cool? Berisi? Kulit mulus? Rambut jabrik? Romantis? Tajir? Selalu memandangmu? Selalu setia berdua denganmu? Selalu memberi hadiah di hari-hari spesial? Selalu mengatakan “cinta”?
BUKAN!!! Bukan itu pangerannya…
Setiap langkahnya adalah ayunan semangat jihad. Kata-katanya adalah pengukuh jiwa, bukan gombal tak bermakna. Raut wajahnya meneduhkan, tersimpan kedewasaan. Matanya tajam, melambangkan keberanian. Namun, senyumnya tetap ramah, melambangkan kelunakan hati. Kepalan tangannya kuat, siap menghantam musuh, melindungi orang-orang tercinta. Hatinya bersih karena mampu menutup pintu hati rapat-rapat dan hanya memberikan satu kunci untuk satu bidadari.
Ketampanannya yang sempurna tersimpan di dalam hati. Kata-kata cintanya ia bentengi di dalam jiwa. Pandangan matanya terjaga. Putih kulitnya bukan yang hanya tampak oleh mata, tapi “putih” itu berasal dari pancaran cahaya tubuhnya.
Kegagahannya terlihat bukan karena tingginya yang bermeter-meter dan otot-otot yang menggunung di permukaan tubuh, atau kulit mulus seperti sutera putih. Bukan! Kegagahannya terlihat dari keberaniannya melangkah, bertempur melawan kehidupan.
Dia memilki keteguhan hati. Mampu menjadi pemimpin untuk dirinya sendiri dan mampu menjadi pemimpin untuk orang lain. Dia tak sekedar bisa meneladani, tapi ia bisa menjadi tauladan.
Ia kuat, bukan berarti keras. Ada rasa kasih sayang dan cinta yang tulus, perhatian, kemurahan hati... meskipun lisan itu tak pernah mengucapkannya hingga ia bisa mengucapkannya satu kali hanya untuk satu pujaan hati.

Dia mampu menuntun, menggandeng lengan… menggenggam jemari… untuk berlari mengejar satu Dzat Mulia yang memiliki segala kesempurnaan….. ALLOH…  Ya, dia akan membawa orang-orang tercintanya menuju pada Alloh…

Akankah muncul pangeran itu di bumi ini? Pangeran yang mampu meneladani kehidupan Rasulullah… Dan mungkinkah kaulah pangeran itu? Atau… diakah pangeran itu? Atau mungkin mereka? Siapa saja pangeran itu, jika ia mampu menggoreskan sejarah kehidupan di jalan Alloh, maka sungguh ia layak mendapat gelar “PANGERAN” ^_^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar