Laman

Di sini tempatnya...

Pelangi cinta Sang Rabb, pelangi cinta kehidupan, pelangi cinta persahabatan, pelangi cinta untuk hamba Allah... mari kita kuak bersama di sini.

Minggu, 16 September 2012

“Lagi Jatuh Cinta…… Kaukah itu???”


Lama menanti sebuah kata cinta, lama menanti sebuah kata sayang, lama menanti sebuah ikatan pasti, dan lama menanti buaian lembut sang kekasih. STOP!!! Jangan berpikir yang aneh-aneh dulu. Hmmm hal kaya gitu udah sering kita dengar, bahkan kadang nyata terjadi dalam kehidupan kebanyakan manusia. Bicara tentang cinta, tak sedikit pikiran langsung terarah kesitu, ke….. kemana ya…. Yah, pokoknya ke suatu hal yang sangat manis, yang mampu menjadikan lutut terkulai lemah karena serasa terbang, membuat hati luluh seketika, bahkan mampu membuka mata yang saat itu mulai lelah dan hendak terpejam,  serta mampu menegakkan kembali tangkai bunga yang telah layu.
Betapa agungnya ungkapan cinta yang mampu tuk diluapkan, sehingga di seluruh pelosok dunia, cinta selalu menjadi bahan pembicaraan dan bahasan yang tak pernah ada habisnya. Namun demikian,… tiada yang bisa mengerti penjelasan sebenarnya tentang cinta itu sendiri. Karenanya, pena pun tak kan pernah mampu  menuliskan apa itu cinta.
Sudah jelas bahwa cinta itu fitrah, berhak dimiliki oleh siapa saja yang menjadi penghuni bumi ini. Bahkan, seluruh planet, matahari dan seisi jagad raya ini pun memiliki cinta, cinta luar biasa yang hanya diberikan untuk Sang Azis, sehingga mereka selalu tunduk kepada perintah Allah. Subhanallah…..
Lain kisah, lain cerita, lain pula masalahnya. Kita ini remaja, dunia kita tengah berada dalam masa peralihan menuju dewasa. Banyak gejolak, banyak tantangan, banyak paduan rasa, dan banyak goresan warna.
Yah, beginilah hidup. Ini nyata,bukan rekayasa.Siapa saja bisa jatuh cinta, termasuk kita, haha. Saat jatuh cinta….. wah…. Dunia ini serasa penuh bunga, tubuh serasa terbang di angkasa, daun-daun melambai lembut ikut merasa bahagia.
Seorang peneliti dari Researchers at National Autonomous University of Mexico mengungkapkan hasil risetnya, menurutnya, rasa tergila-gila muncul pada awal jatuh cinta disebabkan oleh aktivasi dan pengeluaran komponen kimia spesifik di otak, berupa hormon dopamin, endorfin, feromon, oxytocin, neuropinephrine yang membuat seseorang merasa bahagia, berbunga-bunga dan berseri-seri. Akan tetapi seiring berjalannya waktu, dan terpaan badai tanggung jawab dan dinamika kehidupan efek hormon-hormon itu berkurang lalu menghilang. (sumber: www.detik.com Rabu, 09/12/2009 17:45 WIB).
Ihir! Luar biasa! :D
Lebih luar biasanya lagi…..
Ketika hati udah terkena panah asmara Guhwawijaya, terserang virus cinta ataupun virus merah jambu, akibatnya...... ih! Waw! dahsyat pokmen…...... yang diinget cuma si doi, lagi ngapain aja si “dia”nya selalu bergelantungan di kelopak mata, wahaha….  Selain itu, keajaiban cinta juga mampu menggerakkan kaki kita untuk melangkah. Jika cinta itu benar, ya kita juga pasti akan tergerak ke yang benar, tapi kalo cinta yang kita miliki aja udah nyimpang dan jauh dari syariat, ya jelas kita juga bakalan tergerak  ke yang nggak bener. Kalo gelora cinta yang dirasa udah mencapai klimaks, akhirnya ngambil keputusan tanpa berpikir panjang, ya, jalan yang dipilih adalah “PACARAN” yuk…
Padahal, Allah aja udah berpesan, “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (Q.S Al Isra’:32. )

Sebenarnya, buat nyari cinta sejati itu kita nggak perlu pacaran sih, yakinlah, orang yang baik pasti akan dipersatukan dengan orang yang baik… Jika saat ini hati sedang menggebu-gebu karena cinta yang membara, sabar aja… tetap pelihara cintamu itu hingga kau temukan sosok pangeran/bidadari yang kau idamkan… suatu saat nanti pasti dia akan datang… tapi jangan lupa, tempatkan cinta tertinggi hanya untuk Sang Ilahi,… I LOVE YOU ALLAH… ^_^
Okey! Kita coba jauhi yang namanya pacaran itu…

PANGERAN DI BUMI


Ciuwwww… JENK JENK JENK…

Bukan suara tembakan Pak Polisi. Bukan pula bom yang dilempar ke bumi. Meteor yang jatuh? Tidak juga. Hm, lalu apakah itu?
Itu… super hero yang baru saja turun ke bumi. Tapi, bukan Super Man, Spider Man, Bat Man, Power rangers, Ultra Man atau pun Panji Millenium, hehe…
Si super hero ini bahkan mempunyai kekuatan lebih dibanding para super hero seperti yang telah disebutin di atas.
Hei! Tapi tunggu dulu… dia bukan sekedar pahlawan super, tapi ia adalah “PANGERAN” yang tengah dicari oleh para bidadari di bumi.
Susahkah mencarinya? Jawabannya susah-susah gampang, gampang-gampang susah. Ehm! Jawabannya hanya satu, “Bidadari yang baik untuk pangeran yang baik.” Ingin menemukan pangeran itu? jadikan dirimu menjadi bidadari terlebih dahulu ^_^
Baiklah, kembali ke garis…
Perhatian, bagi yang telah menemukan sosok pangeran itu, kemaslah ia dalam hati, minta perlindungan Alloh untuk segala yang bakalan terjadi. Mari kita lirik secuplik gerak gerik sang pangeran itu…

Lihatlah dengan mata indah ini…
Siapa ikhwan yang kau sebut pangeran di dalam hatimu?
Tampan? Tinggi? Gagah? Putih? Cool? Berisi? Kulit mulus? Rambut jabrik? Romantis? Tajir? Selalu memandangmu? Selalu setia berdua denganmu? Selalu memberi hadiah di hari-hari spesial? Selalu mengatakan “cinta”?
BUKAN!!! Bukan itu pangerannya…
Setiap langkahnya adalah ayunan semangat jihad. Kata-katanya adalah pengukuh jiwa, bukan gombal tak bermakna. Raut wajahnya meneduhkan, tersimpan kedewasaan. Matanya tajam, melambangkan keberanian. Namun, senyumnya tetap ramah, melambangkan kelunakan hati. Kepalan tangannya kuat, siap menghantam musuh, melindungi orang-orang tercinta. Hatinya bersih karena mampu menutup pintu hati rapat-rapat dan hanya memberikan satu kunci untuk satu bidadari.
Ketampanannya yang sempurna tersimpan di dalam hati. Kata-kata cintanya ia bentengi di dalam jiwa. Pandangan matanya terjaga. Putih kulitnya bukan yang hanya tampak oleh mata, tapi “putih” itu berasal dari pancaran cahaya tubuhnya.
Kegagahannya terlihat bukan karena tingginya yang bermeter-meter dan otot-otot yang menggunung di permukaan tubuh, atau kulit mulus seperti sutera putih. Bukan! Kegagahannya terlihat dari keberaniannya melangkah, bertempur melawan kehidupan.
Dia memilki keteguhan hati. Mampu menjadi pemimpin untuk dirinya sendiri dan mampu menjadi pemimpin untuk orang lain. Dia tak sekedar bisa meneladani, tapi ia bisa menjadi tauladan.
Ia kuat, bukan berarti keras. Ada rasa kasih sayang dan cinta yang tulus, perhatian, kemurahan hati... meskipun lisan itu tak pernah mengucapkannya hingga ia bisa mengucapkannya satu kali hanya untuk satu pujaan hati.

Dia mampu menuntun, menggandeng lengan… menggenggam jemari… untuk berlari mengejar satu Dzat Mulia yang memiliki segala kesempurnaan….. ALLOH…  Ya, dia akan membawa orang-orang tercintanya menuju pada Alloh…

Akankah muncul pangeran itu di bumi ini? Pangeran yang mampu meneladani kehidupan Rasulullah… Dan mungkinkah kaulah pangeran itu? Atau… diakah pangeran itu? Atau mungkin mereka? Siapa saja pangeran itu, jika ia mampu menggoreskan sejarah kehidupan di jalan Alloh, maka sungguh ia layak mendapat gelar “PANGERAN” ^_^

BIDADARI DI BUMI


Wuzzzzztttsss…  cahaya itu melesat cepat. Cahaya apa???
Seperti permata yang dilempar, dihempaskan di atas hamparan bumi yang luas. Di manakah cahaya itu tepat mendarat? Semua orang mencari…
Inilah ciri-cirinya,

Dari tatapan mata yang tajam, bola mata yang membulat sempurna, pantulan  cahaya cinta yang memancar darinya, di sana pula terkadang gumpalan air mata yang membeku mampu meleleh. Ada ketulusan, ada kesucian, ada kelembutan yang terlukis dalam beningnya permukaan bola mata itu.
Tatapan mata penuh misteri yang tak bisa di tatap sembarang insan, tak bisa diterjemahkan oleh sembarang orang, tak bisa disalahgunakan oleh sembarang manusia.
Senyum yang penuh makna. Mampu menenteramkan. Memadamkan api amarah, melenyapkan panas gerah, menyembuhkan luka dalam jiwa. Tulang-tulang dan persendian pun tak mampu menopangnya. Semua akan lemah karena senyum itu. Saat itulah tasbih mulai melantun. Maha Suci Alloh Pencipta senyum indah itu.
Wajahnya yang memancarkan cahaya terang mampu menyinari kegelapan. KeCANTIKannya sempurna, layak disebut bidadari. Tapi tidak sampai di situ saja….
Ehm! Nah sekarang nih tulisannya baru akan dimulai, di atas cuma pembukaan saja, Yuppy! Next….
Kata “CANTIK” itu relatif. Dari satu mulut dengan mulut yang lain pasti akan menyalurkan ungkapan yang berbeda. 

Wuih… siapa sih yang nggak mau cantik, siapa pula yang nggak tertarik sama cewek cantik?
Muslimah cantik. Cantik dari dalam, luar, depan, belakang, atas, bawah, samping, serta dari segala sisi dan arah. Wauw! Langka tuh orang yang kaya gitu… Atau jangan-jangan, kaukah muslimah cantik itu???? atau mungkin…. orang-orang terdekatmu??? Saudara? Teman? Semoga saja ada di antara itu, aamiin Ya Rabb.
Semua mata di dunia ini akan melihat…
Ada kibaran kain lambang kemerdekaan dan lambang ketaatan kepada Sang Khaliq. Itu bukan selembar kain yang biasa kita sebut bendera, yang setiap upacara bendera kita memberi hormat kepadanya. Ah, susahlah untuk dijabarkan. Yang pasti ada berjuta hikmah yang tersimpan di balik hijab itu. Ya, hanya selembar kain memang, tapi… ia mampu membungkus ber ton-ton (satuan masa)harta yang tak ternilai harganya karena begitu mahalnya, bahkan tak cukup jika hanya dikatakan “mahal”.
Beralih sasaran… Di samping agungnya makna “hijab” itu, semua “telinga” di dunia ini akan mendengar…
Kata-kata lembut yang terucap darinya, ibarat hembusan angin kecil di tengah-tengah persawahan. Sejuk, dan mampu mengusir kegersangan… menghapus butiran-butiran keringat yang terdesak keluar oleh suhu dalam tubuh.
Bukan lagi setajam pedang, seganas singa yang menerkam, selancip panah tombak. Melainkan selembut kain sutera kata-kata itu meraba, seperti air sungai di pegunungan kata-kata itu mengalir. Andai di pegunungan mengalir air susu, mungkin semanis dan sesuci itulah kata-katanya. Bukan lembek, tapi tegas dan penuh santun. Selalu ada hikmah dari setiap kecapan lisannya.
Bibir itu selalu basah karena Zikir yang selalu diikrarkannya. Tak pernah ia kotori untuk berdusta dan berbuat dosa. Selalu menjadi amal ibadah tatkala bibir itu menciptakan selengkung senyuman. Tangan dan kaki hingga seluruh jemarinya selalu bergerak di bawah naungan Cinta-nya. Jantungnya yang berdenyut, darahnya yang mengalir, paru-parunya yang mengembang dan mengempis, semua menyimpan kecantikan. Kecantikan yang tercipta sempurna, hingga para bidadari pun merasa cemburu dan sungguh sebutan “bidadari” itu lebih pantas bagi para muslimah sejati.

Hatinya ibarat kaca tipis, mudah retak memang. Karenanya, ia butuh kelembutan. Malu adalah ahlaqnya (beda dengan minder), jadi… sentuhlah hatinya dengan pelan.

Hehe… siapkah kau mengajak saudara-saudaramu untuk berusaha menjadi “BIDADARI” itu? sebelumnya, (bagi yg akhwat) yuk kita benahi diri kita masing2 terlebih dahulu ^_^ Semangat!!!