Lama menanti sebuah kata cinta, lama menanti sebuah kata
sayang, lama menanti sebuah ikatan pasti, dan lama menanti buaian lembut sang
kekasih. STOP!!! Jangan berpikir yang aneh-aneh dulu. Hmmm hal kaya gitu udah
sering kita dengar, bahkan kadang nyata terjadi dalam kehidupan kebanyakan
manusia. Bicara tentang cinta, tak sedikit pikiran langsung terarah kesitu,
ke….. kemana ya…. Yah, pokoknya ke suatu hal yang sangat manis, yang mampu
menjadikan lutut terkulai lemah karena serasa terbang, membuat hati luluh
seketika, bahkan mampu membuka mata yang saat itu mulai lelah dan hendak
terpejam, serta mampu menegakkan kembali
tangkai bunga yang telah layu.
Betapa agungnya ungkapan cinta yang mampu tuk diluapkan,
sehingga di seluruh pelosok dunia, cinta selalu menjadi bahan pembicaraan dan
bahasan yang tak pernah ada habisnya. Namun demikian,… tiada yang bisa mengerti
penjelasan sebenarnya tentang cinta itu sendiri. Karenanya, pena pun tak kan
pernah mampu menuliskan apa itu cinta.
Sudah jelas bahwa cinta itu fitrah, berhak dimiliki oleh
siapa saja yang menjadi penghuni bumi ini. Bahkan, seluruh planet, matahari dan
seisi jagad raya ini pun memiliki cinta, cinta luar biasa yang hanya diberikan
untuk Sang Azis, sehingga mereka selalu tunduk kepada perintah Allah.
Subhanallah…..
Lain kisah, lain cerita, lain pula masalahnya. Kita ini
remaja, dunia kita tengah berada dalam masa peralihan menuju dewasa. Banyak
gejolak, banyak tantangan, banyak paduan rasa, dan banyak goresan warna.
Yah, beginilah hidup. Ini nyata,bukan rekayasa.Siapa saja
bisa jatuh cinta, termasuk kita, haha. Saat jatuh cinta….. wah…. Dunia ini
serasa penuh bunga, tubuh serasa terbang di angkasa, daun-daun melambai lembut
ikut merasa bahagia.
Seorang peneliti dari Researchers at National Autonomous
University of Mexico mengungkapkan hasil risetnya, menurutnya, rasa
tergila-gila muncul pada awal jatuh cinta disebabkan oleh aktivasi dan
pengeluaran komponen kimia spesifik di otak, berupa hormon dopamin, endorfin,
feromon, oxytocin, neuropinephrine yang membuat seseorang merasa bahagia,
berbunga-bunga dan berseri-seri. Akan tetapi seiring berjalannya waktu, dan
terpaan badai tanggung jawab dan dinamika kehidupan efek hormon-hormon itu
berkurang lalu menghilang. (sumber: www.detik.com Rabu, 09/12/2009 17:45 WIB).
Ihir! Luar biasa! :D
Lebih luar biasanya lagi…..
Ketika hati udah terkena panah asmara Guhwawijaya, terserang
virus cinta ataupun virus merah jambu, akibatnya...... ih! Waw! dahsyat pokmen…...... yang diinget cuma si doi, lagi
ngapain aja si “dia”nya selalu bergelantungan di kelopak mata, wahaha…. Selain itu, keajaiban cinta juga mampu
menggerakkan kaki kita untuk melangkah. Jika cinta itu benar, ya kita juga
pasti akan tergerak ke yang benar, tapi kalo cinta yang kita miliki aja udah
nyimpang dan jauh dari syariat, ya jelas kita juga bakalan tergerak ke yang nggak bener. Kalo gelora cinta yang
dirasa udah mencapai klimaks, akhirnya ngambil keputusan tanpa berpikir
panjang, ya, jalan yang dipilih adalah “PACARAN” yuk…
Padahal, Allah aja udah
berpesan, “Dan janganlah kamu mendekati
zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan
yang buruk.” (Q.S Al Isra’:32. )
Sebenarnya, buat nyari cinta sejati itu kita nggak perlu pacaran sih, yakinlah,
orang yang baik pasti akan dipersatukan dengan orang yang baik… Jika saat ini
hati sedang menggebu-gebu karena cinta yang membara, sabar aja… tetap pelihara
cintamu itu hingga kau temukan sosok pangeran/bidadari yang kau idamkan… suatu
saat nanti pasti dia akan datang… tapi jangan lupa, tempatkan cinta tertinggi
hanya untuk Sang Ilahi,… I LOVE YOU ALLAH… ^_^
Okey! Kita coba jauhi yang namanya pacaran itu…


